Rabu, 15 Juli 2015

POTRET PEREKONOMIAN NIAS

Mogai Gito (Rubber Collection)
Mogai Gito (Menderes Karet) merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat di Kepulauan Nias. Kegiatan ini bisa disaksikan di pedesaan yang mayoritas penduduknya adalah petani. Sebuah kesempatan bisa melihat aktifitas sehari-hari masyarakat ini ketika melakukan perjalanan ke Gua Togindrawa, desa Lelewonu Nikootano, Kecamatan Gunungsitoli.
Selain menikmati kesejukan alam pedesaan ketika melakukan pendakian, kita juga dapat melihat aktifitas masyarakat sekitar seperti menderes karet, pembuatan batu-bata, mengumpulkan batu dan lainnya.
Menderes Karet merupakan kegiatan sebagian besar petani Nias.  Perkebunan karet di Nias masih bersifat tradisional yang artinya bahwa lahan perkebunan karetnya masih mengandalkan perkebunan karet harta warisan keluarga, sehingga hasilnya masih sangat minim. perkebunan karet di Nias masih campur aduk dengan tanaman lain karena kurangnya pengetahuan dalam mengelola atau kurangnya pendidikan dan juga masih kurangnya penyuluh pertanian.
Saya berharap kepada Pemda agar lebih memperhatikan Petani Karet, baik dalam memfasilitasi bibit unggul berupa havea okulasi, tetap mengadakan penyuluhan dan menstabilkan harga karet dengan cara langsung terjun ke lapangan dan tetap mengontrol harga karet dari tengkulak yang sewenang wenang dalam menawar harga karet.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar