Rabu, 13 Januari 2016

Kiat Bisnis


Produk yang gagal bisa menjadi produk yang sukses dengan ‘positioning’ baru. Rumusnya adalah dengan ‘rename’-‘repackage’-‘repositioning’.
‘Rename’ yaitu mengganti nama lama yang usang menjadi nama baru yang terasosiasi di benak konsumen. Terbukti banyak produk lama yang diberi label baru bisa melejit tidak terduga. Terasosiasi artinya saat nama tersebut, calon konsumen mendapatkan bayangan terhadap produknya, terutama diferensiasinya. Ada lima aturan dalam membuat nama (merk), yaitu sesuaikan dengan target pasarnya, terasosiasi oleh diferensiasi, hindari singkatan konsonan, hindari angka, sedikit ‘nyentrik’, dan mudah diucapkan serta diingat.
‘Repackage’ yaitu mengemas ulang, yang bisa berarti kotak pembungkusnya, juga bisa berarti atmosfer atau cara penjualannya, misalnya lebih terang, ada efek 3 dimensi, lalu merancang kembali kostum sang penjual, dan lainnya.
‘Repositioning’ adalah membentuk citra atau persepsi baru yang akan kita tanamkan di benak konsumen terhadap produk atau jasa kita. Alangkah bagusnya jika merk produk tersebut langsung terasosiasi oleh diferensiasinya. (Sumber buku: Kitab Antibangkrut, Mencegah Sebelum Terjadi, Bangkit Jika Mengalami Oleh : Jaya Setiabudi) (Sumber gambar:www.jawatha.edu.sa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar